Social Icons

twitterfacebookgoogle pluslinkedinrss feedemail

Monday, January 25, 2010

Seks di Peradaban Kuno Yunani

Yunani kuno termasuk masyarakat dengan peradaban yang tinggi,dimana budaya berpikir bebas telah diterapkan. Akibat dari budaya ini,tidak heran bila dijaman Yunani kuno ini, banyak bermunculan filsuf, serta budayawan lainnya. Orang Yunani juga dianggap sebagai masyarakat yang sangat liberal dalam hal seks. Mereka tidak mengganggap seks
sebagai sesuatu yang tabu namun menerimanya sebagai bagian dari kehidupan manusia.

Romantika cinta antara pria dan wanita bukahlah suatu norma bagi orang Yunani kuno. Perkawinan lebih cenderung pada masalah ekonomi dan kepastian keturunan serta warisan. Wanita Yunani biasanya 10-20 tahun lebih muda dari pasangannya. Pria Yunani kuno biasanya berkeluarga ketika berusia 30-an, sedang wanitanya masih berusia belasan tahun. Wanita Yunani kuno setelah menikah diharapkan tinggal dirumah mengurus rumah tangga. Sementara pria Yunani kuno adalah benar-benar pria sejati di dunianya. Wanita tidak diperboleh keluar rumah untuk berhubungan seks tetapi pria diperbolehkan dan tentu saja semua ini dilakukan secara terangterangan tanpa harus melakukan berbagai kebohongan.

Orang Yunani percaya bahwa wanita lebih cenderung cepat terangsang secara seksual dibanding pria. Bagi wanita rumah yang kekurangan hubungan seks dari suaminya, mereka menggunakan mainan seks (sex toys) untuk mendapatkan kepuasan seksualnya. Terutama bagi para istri bangsawan, mereka di perbolehkan pergi ke pengrajin untuk
dibuatkan mainan seks berupa alat kelamin pria imitasi yang disebut dildo. Jadi dildo "mainan imut" untuk wanita sudah dikenal di jaman yunani kuno. Di peradaban Yunani kuno, hubungan homoseksual antara pria dengan pria, maupun wanita dengan wanita dianggap bukanlah suatu noda. Plato sendiri pernah menyanyikan lagu cinta antara pria dengan pria di symposium. Orang Yunani kuno tidak mengkategorikan seks secara heteroseksual (lawan jenis). Praktek homoseksual pria sering melibatkan pria dewasa dengan anak laki-laki muda yang dikenal dengan sebutan pederasty. Salah satu
kisah homoseksual Yunani kuno yang paling terkenal dan kontrovesi adalah kisah Alexander The Great.

Thursday, January 7, 2010

Seks di Peradaban Kuno Mesir


5.000 tahun yang lalu diperadaban kuno Mesir tidak berbeda jauh
dengan pendahulunnya Mesopotamia. Orang mesir percaya bahwa seksualitas dan spritualitas adalah satu kesatuan yang tidak terpisahkan. Sebagian besar orang Mesir menikmati seks sebagai sarana hiburan selain sebagai sarana mendapatkan keturunan.

Perkawinan antara saudara khususnya dalam kerajaan Mesir bukanlah suatu hal yang ganjil. Seorang raja bisa saja menikahi anak perempuannya sendiri, seorang kakak bisa menikahi adik kandungnya sendiri. Hal ini dilakukan untuk menjaga kemurnian darah raja dan keturunannya. Dengan perkawinan sedarah ini, keluarga kerajaan juga tetap terjaga dari unsur luar (menurut ilmu pengetahuan modern,perkawinan sedarah ini akan ikut menurunkan penyakit keluarga).

Catatan seksualitas orang mesir tercatat di dinding dalam Piramida Giza berupa gambar-gambar dan ukiran di dinding. Piramida ini adalah piramida tertua sampai sekarang masih berdiri kokoh yang didirikan oleh Raja Khufu 2560 tahun sebelum masehi. Simbolisme seks orang Mesir kuno digambarkan dengan seorang pria sedang memegang tombak. Selain itu, terdapat simbolisme seks lainnya berupa gambar sayap, burung, angsa, bahkan monyet. Menurut catatan Herodotus, seorang sejarahwan Yunani kuno mengatakan, Raja Khufu dari dinasti ke empat kerajaan Mesir ini mengumpulkan dana untuk membangun Piramida Giza dengan menjual putrinya sendiri sebagai prostitusi.

Kesenangan bersamaan dengan keinginan mendapatkan keturunan, erotisme, dan seks setelah kehidupan berikutnya adalah semua elemen penting bagi eksualitas orang Mesir kuno. Mereka yang percaya dan menjalankan kultur yang telah berumur hampir 5.000 tahun yang lalu ini, berusaha menyelaraskan seks dan spritualitas guna mencapai keseimbangan yang harmonis diantara kesenangan jasmani dan kesempurnaan jiwa.

Friday, December 25, 2009

dari Jingle Bell sampai Kartu Natal

Tahukan anda, bahwa lagu "Jingle Bells" sesungguhnya bukan lagu Natal. Lagu itu diciptakan James Pierpont pada tahun 1857, sebagai lagu tema balap kereta salju di Boston, Amerika Serikat. karena kerap dinyanyikan di musim salju, bertepatan dengan perayaan Natal jingle bells lalu identik sabagai lagu Natal.

Sebelum perayaan Natal tiba, masyarakat setempat sudah mempersiapkan jauh-jauh hari, namanya,"Blach Friday". Adalah hari yang menandakan masuknya musim belanja untuk Natal. Black Friday jatuh sehari setelah Thinksgiving yang dirayakan setiap hari kamis keempat bulan NOvember. Diduga disebut Black friday karena pada hari jumat itu, arus lalu lintas padat dan toko dipenuhi pembeli.

Pohon Natal dan pernak - perniknya tidak pernah lepas dari bagian Natal. Warna merah dan hijau yang mendominasi hiasan perayaan Natal di duga berasal tradisi kaum Hispanik di Meksico, yang selalu memajang bunga kastuba warna merah dan berdaun hijau di goa natal. Namun, ada juga yang menyebut, warna itu muncul dari kebiasaan rakyat Jerman memajang apel merah untuk hiasan pohon Natal yang berwarna Hijau.

Adalah Santa Klaus yang di ceritakan sebagai kakek dengan berambut dan janggut putih dari Kutub Utara yang sering berkeliling dunia dengan kereta yang ditarik rusa. Berbeda dengan sinterklas yang diinspirasikan oleh santo Nicholas, Uskup Myra(sekarang Turki) pada abad ke-4. jadi kedua sosok itu berbeda

Walau jaman sudah berubah seperti sekarang ini, tetapi tidak mengurangi semangat untuk saling mengucapkan selamat hari raya Natal dengan menggunakan kartu. kartu Natal pertama kali di buat di London, Inggris sekitar tahun 1843 atas pesanan bangsawan Sir Henry Cole. Kartu itu dibubuhi lukisan seniman John callcott Horsley dengan ilustrasi keluarga yang sedang merayakan Natal dengan minum anggur. Kartu Natal pertama ini dicetak 1000 lembar dan dijual 1 shiling atau sekitar Rp.750 untuk setiap lembarnya. Semenjak itu, berkirim kartu natal menjadi salah satu tradisi menjelang natal. Bahkan anak-anak di Korea rela tidak tidur semalaman demi menulis ratusan kartu natal

Dan, CHRISTMAS berasal dari kata Cristes maesse, sebuah frase dalam bahasa Inggris yang sama artinya dengan Mass of Christ atau Misa Kristus. Karena itu, "Christmas kemudian diartikan sebagai misa untuk merayakan hari kelahiran Yesus Kristus yang jatuh setiap tanggal 25 Desember. Mulai tahun 2500-an, versi pendek dari kata Christmas ,"X-Mas" mulai dipopulerkan. Dalam abjad Yunani huruf X metupakan kependekan dari kata "Xristos" yang berati Kristus. Selain itu, X juga melambangkan bentuk salib yang merupakan simbol suci agama Kristen.

- dari berbagai sumber -

Thursday, December 10, 2009

Kedok Penipuan lewat Telepon

Di ujung sana telah tersambung dengan telepon
"Hallo, selamat siang,.."
"Halllo, selamat siang"
"Ibu kami dari telkom mengucapkan selamat, karena ibu telah mendapatkan hadiah"
"Ah... bohong, mbak mo menipu ya" sahu sang punya rumah.
"Tidak ibu, Hadadih ini bukan undian tetapi penghargaan untuk ibu karen ibu telah rajin membayar rekening telepon tepat waktu"
"Ah... ngak percaya ini, bohong. bilang saja mo menipu"
"Tidak ibu, ini benar. kalau ibu tidak percaya, sekarang ibu telepon 108"
"ya aku coba..."

lalu di tekanlah 108

"Hallo...."
"Hallo,ibu. bagaimana ibu, masih belum percaya. cabo sekarang telepon 147"

dan di tekan pulan 147

"Hallo..."
"Hallo,bagaimana ibu. ini benar bu, ibu mendapat penghargaan dari kami.
"masak sih.."
"Iya, ibu akan mendapatkan hadiah 50juta dan sepeda motor MIO,
dan pajak 5% ditanggung oleh ibu yang harus di transfer sekarang juga"
"wah, kalau begitu biar aku ngebel anakku dulu, karena semua urusan rekening sama anakku"
"Ngak usah ibu, nanti kami bantu, maaf no HP ibu berapa?
"085xxxxxxx, lha aku tidak bisa bohong sama anakku"
"sebentar lagi saya telepon ke HP"

.....
"Hallo.."
"Hallo ibu, tidak apa-apa untuk kali ini saja bohong, untuk mengambil hadiah tidak bisa diwakilkan, rekening ibu ada di bank mana?"
"ada di bannk X dan bank Y"
"Deposito ada?""
"ada"
"Jumlahnya bu?"
"Rp,XXX.XXXX."
"yang di rumah masih ada uang cash?"
"ada"
"berapa ibu?"
"Rp.xxx.xxx"
"ya sudah sekarang ibu ke bang X dan ssay tunggu di sana nanti kami bantu"
"Ya sudah aku ganti baju dulu.."
"gak usah bu, pakai baju itu saja..."

....
si ibu bergegas dan di panggillah becak
"pak ke bank X"
"baik bu"
di perjalanan si ibu mash di telepon, menanyakan posisinya, kondisinya dll.

Karena gundah, si ibu tidak langsung ke bank , tetapi kerumah temanya hanya untuk telepon sang anak. sepertinya pelaku tidak memberi kesempatan si ibu untu menghubungi orang lain
"Hallo..."
"Hallo, nduk, sepertinya mama kena tipu. mama di telepon orang dan mama sudah nyebutkan no rekening. mama takut kalau tabunagn mama hilang"
"Sudah mama ke Bank X dan urus dengan pihak bank"
"mama takut ketemu orangnya"
"minta di temani satpam saja"
"ya sudah..."

lalau bergegaslah si ibu ke bank dan minta di temain satpam. 2 orang satpam mendampingi setelah mendengar penjelasan si ibu. akhirnya sang anak datang dan semua bisa diselesaikan

Penuturan cerita oleh korban tanggal 9 Desember 2009

Wednesday, December 9, 2009

Aktor di balik Layar

...........
seorang ibu sedang menemani anaknya makan siang, "Nak, bagaimana latihan teaternya", "kata sutradara aku akan mendapat peran yang sangat penting dalam suksesnya pertunjukan ini" jawab sang anak. sang ibu pasti bangga mendengar jawaban buah hatinya itu, anaknya pasti berbakat, karena mendapat peran yangh sangan penting. Di lain hari ibunya bertanya lagi,"Bagaimana latihannya hari ini", "hebat ma, aku yang paling lantang diantara teman-temanku" sahut sang anak. hati ibu makin berbunga-bunga, mendengarnya. beberapa hari kemudian pertunjukan yang di tunggu-tungga tiba, sang ibu menonton dengan di temani suami. ibu itu menghayati betul setiap babak yang di pertontonkan, dalam Hati sang ibu bertanya-tanya kenapa anakku tidak muncul juga. sampai pada akhir pertunjukan ternyata anaknya tidak muncul juga. akhirnya pada bubaran penonton, bertanyalah sang ibu,"sebenarnya kamu mendapat peran apa?". "Mama tidak tahu ya, saya ada yang paling depan, saya pemandu sorak ma. mama lihatkan saya yang paling lantang dan saya sukses menjalankan tugas saya". Hati ibu langsung lemes dan merasa kecewa mendengar penjelasan anaknya
...

kalau kita meliohat Sebuah pertunjukan, tidak dapat berjalan dengan meriah jika hanya mengandalkan seorang aktor maupun aktris. Dan tidak munghkin seorang aktor akan menggulung layar, membawa cermin, setting kamera atau tugas yang lain. Tentu saja akan melibatkan banyak pekerja lain yang menguasai dalam bidangnya. Nah, akhir-akhir ini crew atau di sebut sebagai pekerja di belakang layar nyaris dilupakan perannya. bisa di bayangkan jika tanpa meraka apakah bisa semeriah yang kita bayangkan.

Sama halnya jika kita dalam berorgainisasi maupun pada tempat kita bekerja, selalu hanya orang-orang yang ada didepanlah yang selalu mendapat sorotan, dianggap yang paling berjasa, paling kreatif, paling fenominal. Penonjolan diri ini dadasarkan karena dialah yang paling dibutuhkan, dialah yang paling bisa semuanya, apalagi jika dekat denagn atasan alias boss. Tetapi bagaimana mereka yang ada di belakang, yang setiap saat, dan selalu setia membantu dikala kesulitan tiba, apakah peran merak masih diperhitungkan? atau hanya dianggap sebagai provokasi di setiap kekacauan bahkan tidak lagi dinilai pekerjaanya.

saya sering mendapat tawaran untuk menjadi yang terdepan di setiap organisasi maupun pada event tertentu, tetapi begitu saya siap dan mendapat peran itu, tidak ada waktu bagi mereka untuk membantu saya. dalam hati saya bertanya-tanya, sebenarnya salah di manakan saya ini?. Tetapi jika saya hanya sebagai penonton selalu terusik dengan permintaan tolong yang mendadak. akhirnya dengan berat hati saya beranjak juga.
 

Image Widget

Free Dog Run Cursors at 
www.totallyfreecursors.com
 
Blogger Templates